Jumat, 09 Januari 2026

Apakah dampak tidak ikut TKA?

 


Tidak mengikutsertakan siswa dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) atau Asesmen Nasional memiliki dampak yang cukup signifikan, baik bagi siswa itu sendiri, bagi sekolah, maupun bagi orang tua. Karena TKA merupakan alat ukur mutu pendidikan, ketidakhadiran peserta dapat mengaburkan gambaran kualitas pendidikan yang sebenarnya.

Berikut adalah penjabaran dampak jika siswa tidak mengikuti TKA:

1. Bagi Siswa: Kehilangan Potret Kemampuan Diri

  • Kurangnya Evaluasi Mandiri: Siswa kehilangan kesempatan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan literasi dan numerasinya dibandingkan dengan standar nasional.

  • Ketidaksiapan Mental: TKA berfungsi sebagai ajang latihan bagi siswa untuk menghadapi ujian-ujian di jenjang pendidikan berikutnya (SMP/SMA). Melewatkan ini bisa membuat siswa kurang terbiasa dengan format ujian berbasis komputer atau penalaran logika.

  • Kehilangan Data Dukung Belajar: Hasil TKA sering kali digunakan sekolah untuk memberikan perlakuan atau metode ajar yang lebih spesifik bagi siswa yang membutuhkan bantuan ekstra.

2. Bagi Sekolah: Rapor Pendidikan Menjadi Tidak Akurat

  • Data Tidak Representatif: Jika banyak siswa yang tidak ikut, hasil rata-rata sekolah di Rapor Pendidikan tidak akan mencerminkan kualitas aslinya. Hal ini bisa merugikan sekolah dalam penilaian akreditasi.

  • Sulit Melakukan Perbaikan Mutu: Sekolah tidak memiliki data yang valid untuk mengevaluasi program belajar mana yang berhasil dan mana yang perlu diperbaiki.

  • Hambatan Bantuan/Intervensi: Kemdikbud biasanya memberikan bantuan sarana atau pelatihan guru berdasarkan data TKA. Jika data dianggap tidak valid atau kurang, sekolah mungkin melewatkan kesempatan mendapatkan program bantuan tertentu.

3. Bagi Orang Tua: Kehilangan Informasi Akademik

  • Buta Terhadap Perkembangan Anak: Orang tua tidak mendapatkan informasi obyektif mengenai posisi akademik anaknya di luar nilai rapor kelas yang diberikan guru.

  • Kehilangan Kesempatan Konsultasi: Tanpa hasil TKA, orang tua tidak memiliki dasar yang kuat untuk berdiskusi dengan guru mengenai aspek apa yang perlu ditingkatkan dari anak di rumah.


Kesimpulan

Secara administratif, TKA biasanya tidak menentukan kelulusan individu siswa. Namun, TKA sangat menentukan kualitas pendidikan secara kolektif. Ketidakhadiran siswa berarti sekolah kehilangan "kompas" untuk memberikan pendidikan yang lebih baik di masa depan.

Oleh karena itu, peran orang tua pada pendaftaran tanggal 19 Januari 2026 nanti sangat penting untuk memastikan setiap anak terdata dan dapat berpartisipasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar