Minggu, 11 Januari 2026

sudah ganti semester kenapa masih ada yang belum kirim data dapodik ya?


Berikut adalah rekapitulasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Nasional untuk semester 2025/2026 Ganjil, berdasarkan data per 12 Januari 2026:

Ringkasan Statistik Nasional
  • Total Satuan Pendidikan: 444.275 sekolah
  • Total Peserta Didik: 53.326.257 siswa
  • Total Guru: 3.486.332 orang
  • Total Tenaga Kependidikan (Tendik): 975.989 orang
  • Rata-rata Persentase Pengiriman Data: 98%

Detail Per Jenjang Pendidikan
JenjangSekolahPeserta DidikRombelGuruTendik% Kirim
PAUD206.7086.661.007530.331510.786236.72597%
SD149.79823.958.3121.165.7811.523.539346.146100%
SMP44.26710.141.657360.023687.955180.60199%
SMA15.2115.414.463169.258351.13095.31399%
SMK14.4255.037.825189.523331.94890.79298%
PKBM & SKB11.4401.947.421100.41352.31317.24891%
SLB2.426165.57242.34028.6619.16499%

Poin Penting:
  1. Populasi Terbesar: Jenjang SD memiliki jumlah sekolah (149.798) dan peserta didik (23,9 juta) terbanyak di Indonesia.
  2. Kepatuhan Data: Jenjang SD mencatatkan tingkat pengiriman data paling sempurna sebesar 100%, sedangkan PKBM & SKB masih berada di angka 91%.
  3. Kriteria Guru/Tendik: Data guru dan tenaga kependidikan yang tercantum hanya mencakup mereka yang berstatus aktif, memiliki penugasan, dan terdaftar di sekolah induk.
Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan data ini dapat dipantau melalui laman resmi Dapodik Kemendikbudristek.
Sudah ganti semester kenapa masih ada yang belum kirim data dapodik ya?
Meskipun sudah berganti semester, adanya sekolah yang belum mengirimkan data Dapodik biasanya disebabkan oleh beberapa kendala teknis dan administratif berikut:
1. Kendala Teknis Aplikasi & Server
  • Data Invalid: Sinkronisasi hanya bisa dilakukan jika jumlah data "Invalid" adalah nol. Banyak operator sekolah yang masih berjuang memperbaiki data. Misalnya adanya Kepala sekolah PLT atau permasalahan jadwal pembelajaran yang belum lengkap, yang menyebabkan status data tetap invalid.
  • Masalah Instalasi: Beberapa sekolah mengalami kegagalan sinkronisasi karena instalasi aplikasi Dapodik versi terbaru (v.2026) yang tidak sempurna atau file yang korup saat diunduh dari server pusat.
  • Antrean Server: Pada awal semester, trafik pengiriman data ke server pusat sangat padat. Hal ini sering menyebabkan kegagalan sinkronisasi sehingga operator disarankan melakukan pengiriman pada jam-jam sepi seperti dini hari. 
2. Kendala Administratif & Operasional
  • Pergantian Operator/Kepala Sekolah: Proses serah terima tugas atau penggantian akun (tukar akses pengguna) sering kali memakan waktu, terutama jika ada kendala lupa password atau perubahan data manajemen di SP Datadik.
  • Status Sekolah Non-Aktif: Ada sekolah yang secara fisik sudah tidak beroperasi namun belum memiliki SK Penutupan resmi, sehingga tetap muncul dalam daftar rekapitulasi sebagai sekolah yang belum mengirim data.
  • Verifikasi Data Siswa: Terhambatnya proses penarikan data siswa baru atau masalah sinkronisasi NIK dengan Dukcapil sering kali membuat data peserta didik belum bisa divalidasi sepenuhnya. 
3. Dampak Keterlambatan
Sekolah yang belum melakukan sinkronisasi hingga melewati batas waktu (cut-off) menghadapi risiko serius, antara lain:
  • Dana BOSP Tidak Cair: Data Dapodik adalah basis utama penghitungan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).
  • Tunjangan Guru Terhambat: Data yang tidak sinkron menyebabkan Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP) guru tidak terbit, sehingga tunjangan sertifikasi tidak bisa dicairkan. 
Bagi sekolah yang masih mengalami kendala, disarankan untuk segera melakukan pemutakhiran data melalui laman Verval SP atau menghubungi dinas pendidikan setempat untuk pendampingan intensif. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar